Manajemen Pengamanan Terpadu (1) …

20 Des

Konsep manajemen pengamanan terpadu pada garis besarnya adalah pada kata kunci “menyatukan” dan “partisipasi” seluruh komponen dan sumber daya

Kata kunci menyatukan dimaknai dengan memberikan tugas dan tanggung jawab seluruh personil untuk terlibat dalam hal pengamanan, tidak hanya petugas yang secara structural saja yang melaksanakan tugas dan tanggung jawab pengamanan, akan tetapi seluruh personil/staf/karyawan (dari pimpinan puncak sampai karyawan terendah) mempunyai tugas dan tanggung jawab pengamanan.

Mengapa ini menjadi penting karena “karyawan dapat juga memberi peluang dan menjadi sumber ancaman itu sendiri”.

Bagaimana menyatukan seluruh potensi yang ada terlibat dalam pengamanan ? kata kunci nya adalah komitmen Top manajemen untuk pelibatannya “tentunya sesuai kapasitasnya”

Dengan apa menyatukan seluruh potensi yang ada terlibat dalam pengamanan ? kata kuncinya SOP (sistem operational prosedur) yang memberikan tugas dan tanggung jawab dan penambahan fungsi pengamanan pada seluruh job description yang ada.

Apakah menghilangkan fungsi petugas pengamanan itu sendiri ? tidak, karena pelibatan pengamanan oleh satuan pengamanan secara structural tetap tetapi didukung oleh seluruh potensi yang ada.

Bagaimana konsep pengamanan oleh karyawan ? mengacu pada tugas pokoknya masing-masing dan itu lah yang menjadi obyek pengamanan oleh karyawan.

………………

Post : PT. Mitra Bumi Persada ( Badan Usaha Jasa Pengamanan / security sevice / Satpam – Jasa Tenaga Kerja / Outsourcing ) yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Propinsi Aceh ( wilayah hukum Polda Aceh )

Pengamanan Perimeter / Pembatas Luar

5 Des

Pengelolaan pengamanan tidak terlepas perhatian yang serius dari manajemen perusahaan yang mengelola pengamanan, dalam pencegahan dan untuk tidak memberikan ruang terhadap pelaku kriminalitas perlu perhatian serius terhadap garda terdean dari pengamanan yaitu perimeter luar dari instalasi yang akan diamankan,

Apa-apa saja yang dapat kita lakukan dan perbuat untuk mengoptimalkan perimeter luar yang dibuat dengan mengeluarkan biaya yang besar dapat berfungsi sebagai sarana pengamanan dengan optimal, antara lain :

-       Pintu gerbang haruslah kuat dan dilengkapi dengan kunsi gembok / elektronik yang baik dan pencahayaan yang baik dan cukup untuk mempermudah pemantauan

-       Pintu gerbang yang digunakan untuk keluar dan masuk tidak lebih dari 2 pintu, diupayakan  pintu saja

-       Hindari penggunaan pintu – pintu kecil penghubung, kalau ada di kunci / di gembok saja

-       Halaman luar harus dibebaskan dari benda-benda / tumbuhan yang dapat digunakan untuk memanjat pagar

-       Beri jarak yang cukup antara tumbuhan dan tiang-tiang (telepon/listrik) agar tidak digunakan sebagai sarana untuk melewati pagar

-       Perimeter luar harus dilengkapi dengan sistem penerangan yang cukup

Perimeter luar merupakan garda terdepan untuk meniadakan kesempatan dan menghilangkan niar para pelaku kriminalitas, untuk mengefektifkan fungsi perimeter luar  maka haruslah dilakukan “ Inspeksi “ perimeter luar secara berkala dan berkelanjutan.

Post : PT. Mitra Bumi Persada ( Badan Usaha Jasa Pengamanan / security sevice / Satpam – Jasa Tenaga Kerja / Outsourcing ) yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Propinsi Aceh ( wilayah hukum Polda Aceh )

Rencana Pengamanan

2 Des

Rencana pengamanan merupakan bagian dari manajemen pengamanan yang tidak terpisahkan dari kegiatan pengamanan, apa arti penting rencana pengamanan …. Tentunya rencana pengamanan merupakan dokumen penting yang memuat berbagai hal secara lengkap tentang penyelenggaraan pengamanan. Rencana pengamanan  menetapkan, memelihara suatu program kegiatan pengamanan untuk mencapai sasaran pengamanan, program dengan memasukkan persyaratan minimum. Dengan adanya dokumen ini memungkinkan efektifitas komunikasi dan koordinasi antara provider penyedia jasa pegamanan dan manajemen perusahaan yang memanfaatkan penyedia jasa pengamanan atau badan usaha jasa pengamanan terjalin efektif dengan berlandaskan pada rencana pengamanan

Rencana pengamanan merupakan :   penunjukan penanggung jawab dan otoritas mencapai sasaran pengamanan di setiap fungsi yg relevan dan tingkatan dalam organisasi (pada dasarnya seluruh elemen dan sumber daya terlibat dalam konsep pengamanan terpadu … yang akan didetailkan pada tulisan saya selanjutnya), adanya tengat waktu,  program pencapaian sasaran dan target (program kegiatan pengamanan disesuaikan degan penilaian resiko) … bagaimana tentang pengamanan hubungannya dengan manajemen resiko … pada kesempatan lain kami lanjutkan …

Post oleh : PT. Mitra Bumi Persada ( Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Ketenaga Kerjaan / Outsourcing ) yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Propinsi Aceh ( wilayah hukum Polda Aceh )

Sistem Pengamanan Berlapis ( Defence In Depth )

1 Des

Sistem pengamanan berlapis bisa juga dimaksudkan sebagai sekat-sekat lapis pengamanan, untuk apa ? dan kepada apa tepatnya sistem pengamanan berlapis di terapkan ?  … tentunya pertanyaan tersebut harus dijawab oleh manajemen perusahaan yang memanfaatkan dan memerlukan pengamanan secara khusus. Kata kuncinya dari pertanyaan diatas adalah kebutuhan “ khusus “ terhadap sesuatu yang sangat berharga dan nilainya sangatlah tinggi.

Pengamanan berlapis merupakan upaya pengamanan terhadap aset ( fisik/benda, informasi dan personel ) yang ditentukan melalui pembagian zona / kawasan, klasifikasi dan tanggung jawab keamanan secara berganda, ini juga merupakan bagian dari konsep pengamanan pencegahan yang menyeluruh sesuai dengan tingkatan intensitas ancamannya dan bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan pengamanan agar lebih efisien dan efektif pada daerah / bidang tertentu saja yang lebih kecil dan sempit.

Setiap lapis pengamanan terdiri dari 4 pilar dari konsep pengamanan itu sendiri “ seperti yang telah saya publish sebelumnya ( Procedural protection, Security manning, Physical protection, Electronic device ) ” secara terputus. Untuk mempermudah saya gambarkan/jelaskan sebagai berikut : sebuah ruang tempat dimana tersimpan benda-benda (tempat penyimpanan barang berharga pada Hotel), untuk mencapai ruang tersebut kita haruslah melewati beberapa lapis ruang (ruang di dalam ruang) serta beberapa pintu, dimana setiap melewati pintu di jaga oleh petugas pengamanan (yang masing-masing hanya bertugas/berkewenangan pada lapis ruang/pintunya), pada setiap lapis ruang dilengkapi dengan peralatan electronic pemantau (cctv), disetiap ditetapkan procedural operasionalnya, dan pada akhirnya mencapai ruang penyimpanan dilayani oleh petugas khusus (hanya petugas tersebut yang diperbolehkan berada pada ruang penyimpanan)

Mengapa manajemen harus menerapkan pengamanan berlapis ? tentunya karena manajemen memperhitungkan resiko yang ditimbulkan apabila pengamanan berlapis tidak diterapkan.

Sistem pengamanan berlapis hanya cocok diimplementasikan pada wilayah cakupan yang kecil/terbatas sehingga pelaksanaan pengamanan berlapis efisien dan efektif

Post oleh : PT. Mitra Bumi Persada ( Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Ketenaga Kerjaan / Outsourcing ) yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Propinsi Aceh ( wilayah hukum Polda Aceh )

Pilar Sistem Pengamanan

30 Nov

Manajemen pengamanan perusahaan dengan mengembangkan suatu kebijakan pengamanan, menetapkan sasaran dan proses untuk mencapai komitmen-komitmen dan kebijakan dalam rangka meningkatkan optimalisasi dan efisensi pelaksanaan pengamanan, dalam hal ini mengendalikan ancaman dengan baik dan seimbang dengan aspek/kebutuhan sosial ekonomi.

Manajemen pengamanan pada perusahaan saat ini haruslah dilandasi pada 4 pilar :

-       Procedural protection

-       Security manning

-       Physical protection

-       Electronic device

Procedural protection adalah merupakan jabaran dari langkah-langkah kegiatan pengamanan yang dilakukan yang diterapkan sesuai dengan sistem pengamanan yang diaplikasikan, jabaran procedural protection ini tertuang dalam standar operasional prosedur (SOP)

Security manning adalah subyek atau pelaku kegiatan pengamanan yang melaksanakan pengamanan sesuai SOP yang melaksanakan kegiatan preventif dan represif terbatas, diantara 4 pilar diatas yang paling dominan dan menjadi tolak ukur utama biasanya adalah pelaku pengamanan sehingga manajemen perlu untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari pelaku pengamanan itu sendiri

Physical protection adalah benda atau perangkat yang secara phisik/nyata menjadi pembatas/perimeter sebagai pengaman, Pengamanan fisik ini pada umumnya berupa rintangan – rintangan fisik yang bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang dapat memperoleh akses masuk ke suatu tempat dimana aset atau barang berharga disimpan, dimanapengamanan fisik difungsikan untuk membuat seseorang enggan atau berpikir dua kali untuk masuk

Electronic device adalah perangkat electronic yang digunakan untuk membantu dalam rangka pengamanan baik itu untuk deteksi dan pencegahan atau sarana dalam melaksanakan pengamanan, manajemen pengamanan saat ini harus sudah menerapkan sistem pengamanan elektronik untuk menunjang pilar pengamanan lainnya

Manajemen pengamanan perusahaan harus mampu mengoptimalkan ke 4 pilar tersebut secara sinergi dan tepat sesuai dengan security risk, hal ini tidaklah mudah terlebih apabila kita konfersikan kepada cost yang dibutuhkan untuk menerapkan manajemen pengamanan secara utuh.

Post : PT. Mitra Bumi Persada ( Badan Usaha Jasa Pengamanan / security sevice / Satpam – Jasa Tenaga Kerja / Outsourcing ) yang berdomisili dan beroperasi di wilayah Propinsi Aceh ( wilayah hukum Polda Aceh )

Kemampuan Deteksi Dini Chief/Supervisor Security

29 Nov

Konsep deteksi dini bagi petugas keamanan merupakan kemampuan interpersonal yang dimiliki untuk mampu membaca, melihat, mengamati, menganalisa sesuatu keadaan, gejala yang dapat menimbulkan terjadinya potensi ancaman dan atau gangguan

Apa saja kemampuan deteksi dini yang harus dimiliki oleh seorang chief / supervisor security, secara umum antara lain :

-      Mampu mengarahkan petugas pengumpul informasi secara efektif

-      Mengidentifikasi informasi yang berguna

-      Menganalisa, megelola dan menggunakan informasi

-      Bagaimana memanfaatkan informasi bagi kepentingan operasional

” Keberhasilan pengumpulan informasi yang Anda pimpin akan tergantung dari seberapa baik Anda merencanakan kegiatan dan seberapa baik Anda memberikan instruksi/petunjuk dan pengarahan kepada personil/anggota Anda ”

Selaku seorang chief / supervisor security haruslah mampu menjawab berbagai hal dengan melakukan pengkajian secara lebih mendalam dengan menjawab  pertanyaan-pertanyaan yang relevan 5W & H = what (apa) ? when (kapan) ? where (di mana) ? why (mengapa) ? who (siapa) ? dan how (bagaimana)?

” Kemampuan untuk menetapkan prioritas dengan benar dan mengalokasikan sumber daya yang tepat (orang, perlengkapan, uang, waktu, dan sebagainya) merupakan kunci untuk mencapai hasil yang maksimal ”

Kemampuan Deteksi Dini Petugas Keamanan / Satpam

29 Nov

Era globalisasi seperti saat ini dimana persaingan usaha semakin ketat, maka pengelolaan sebuah perusahaan secara  efektif dan efisien menjadi sangat penting. Agar dapat terciptanya lingkungan perusahaan yang tertata baik dan dapat meningkatkan produktifitas kerja, diperlukan sistem pengelolaan manajemen yang lebih berkonsentrasi kepada bisnis inti, bidang pekerjaan yang lain sebaiknya diserahkan pengelolaannya kepada pihak lain yang lebih fokus dan profesional dalam menangani di bidangnya.

Pada saat sekarang fenomena kepedulian terhadap keamanan dalam lingkungan kerja perkembanganya semakin meningkat, hal ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan faktor yang sangat penting sehingga tidak mengganggu perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya, kesadaran ini timbul karena dipicu oleh tindak kejahatan dan kekerasan yang tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu, yang mana tindakan pelaku kejahatan / kriminalitas perlu dideteksi ataupun diprediksi lebih awal, untuk mengantisipasi kenyataan ini kita memerlukan upaya-upaya preventif melalui petugas Satuan Pengamanan (SATPAM) dan petugas pengaman lainnya yang mana diharapkan meniadakan dan menghilangkan niat dan kesempatan untuk terjadinya tindakan kejahatan/kriminalitas pada lingkungan perusahaan, sejalan dengan situasi kondisi dan fasilitas yang semacam itu diharapkan kita dapat merasakan meningkatnya rasa aman dan nyaman dilingkungan kerja perusahaan.

Peningkatan kemampuan deteksi dini kepada petugas keamanan / Satpam merupakan salah satu jawaban dan solusi selain kemampuan standard dari seorang petugas keamanan/Satpam melalui kegiatan preventif (pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patrol serta pengetahuan kepolisian umum lainnya), kemampuan deteksi dini dari petugas keamanan/Satpam merupakan bentuk dari implementasi untuk meniadakan / menghilangkan potensi ancaman dan gangguan baik dari kedaian kruminalitas maupun non kriminalitas yang dapat menghambat ataupun merugikan perusahaan/industry dalam menjalankan operasionalisasi bisnisnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.